Anak Kecil

Suatu hari aku melihat seorang anak kecil berlari lepas….

Entah mengapa anganku kembali ke masa lampau,, saat2 kecilku,, berlari pulang menuju rumah…tanpa satupun beban kecuali untuk secepatnya sampai ke rumah..

Namun berbeda dengan saat ini,, saat ini pikiran ku selalu dimanipulasi oleh beban2 yang dialami oleh kebanyakan orang dewasa yaitu LARI DARI KENYATAAN..

Kenyataan sekarang,, aku bukan lagi anak kecil seperti dulu,, yg bisa tidur nyenyak tanpa dosa,, bisa bernyanyi dengan riang gembira,, dan bisa bermain sepuasnya dengan canda dan tawa!!

Setelah memiliki 2 putra,, aku baru bisa mengerti isi kepala ayahku yang dulu selalu ku debat..

Debat yang tak berujung,, itulah yang masih bisa aku ingat sampai sekarang..
Debat yang menyebabkan 3 taon hidupku tanpa komunikasi yang berarti antara ayah-anak..

Ayahku yang selalu menentang segala mauku dan yg selalu memvonis salah semua keputusanku!!

Saat itu masih taun 2005,, dan anakku sudah mulai besar!! sudah mulai memiliki kemauan dan mulai mencoba2 mengambil keputusan..

Dan kembali Kenyataan berbicara,, aku pun mulai menentang segala mau anakku,, dan memvonis salah semua keputusan anakku!! Apakah aku malah bertindak seperti ayahku!!

Pagi, Jam 5.30.. Telpon rumahku berdering.. innalillahi wa inna ilaihi rojiun! Ayah meninggal dunia isak ibuku,, meninggalkan kita gara2 serangan jantung,, di rumah kontrakan,, tanpa ditemani anak & cucu tercinta…ya allah !!!

What have i done,, kenapa bisa mendadak begini,,,…….. di saat aku mulai menyadari kesalahanku kepadamu,, di saat aku belum sekalipun meminta maaf atas kata2 kasarku,,, disaat aku blom sempat menyatakan aku cinta padamu!!!

Tak ada satupun air mata menetes di saat itu,,, sampai di akhir jenazah di tutupi dengan tanah… tak ada…

Kesedihan yang teramat sangat sudah menghancurkan isi otakku,, menghancurkan saraf2 kesedihan ku.. menghilangkan akal sehat untuk berbuat layaknya orang2 normal… meratapi kepergian sosok sang ayah!!

Mungkin orang2 disekitar pemakaman menilai kagum atas ketegaran ku,, padahal mereka salah menilai aku,, saat itu aku layaknya robot tanpa nyawa,, tanpa perasaan,, tanpa luka,, tanpa kesedihan..

Aku Harus Lari dari Kenyataan ini,, aku sudah kehilangan sosok ayah,, aku blom sempat menyatakan sayang cintaku kepadamu,, aku blom sempat berterima kasih atas kehidupan yang sudah kau berikan selama ini,, aku malah belom sempat membalas budi dan jasamu membesarkan aku di masa2 sulit dan senang!!!

I luph u,, n I miss u so much,, aku akan menjadi anak kecil yang akan terus berlari.. mengejar bayangan mu,, sosok ayah yang tegar !!!

Iklan
  • Trackback are closed
  • Komentar (2)
    • rocky
    • Maret 4th, 2011

    wadoohhhhhh buhannya perang blog kah sekarank….. manatap ajah dah buwat enet gan…….

    • ebo
    • Maret 5th, 2011

    dipaksa bikin blog ama dosen linux ku..ahahahahha

Komentar ditutup.
Iklan
%d blogger menyukai ini: